Rabu, 06 Oktober 2010

PERBANDINGAN SET SHOOT DENGAN JUMP SHOOT DALAM PERMAINAN BOLA BASKT PADA SISWA KELAS X DI SMK ENDANG DARMA AYU KABUPATEN INDRAMAYU



PROPOSAL

PERBANDINGAN SET SHOOT DENGAN JUMP SHOOT DALAM PERMAINAN BOLA BASKT PADA SISWA KELAS X DI SMK

ENDANG DARMA AYU KABUPATEN INDRAMAYU

A. Latar Belakang

Permainan bola basket merupakan permainan yang dinamis dan atraktif terutama berkenaan dengan cara memainkan bola baik saat dribbling, passing maupun shooting. Permainan bola basket semakin menarik ketika para pemain memperagakan teknik shooting dengan berbagai atraksi antara lain three-point shoot, lay-up shoot dan slam-dunk.

Pada beberapa pertandingan bola basket di tanah air, para pemain jarang melakukan shooting dengan berbagai variasi tembakan. Hal ini dapat dimaklumi karena secara struktur anatomis dan fungsi fisiologis, teknik dan kondisi pemain bola basket di Indonesia masih berada di bawah pemain-pemain luar negeri seperti pemain professional NBA.

Mengacu pada tujuan permainan bola basket yaitu memasukkan bola ke keranjang lawan dengan sebanyak-banyaknya dan menjaga lawan untuk memperoleh angka, maka shooting yang baik adalah shooting yang masuk ke keranjang lawan dan menghasilkan angka, bukan pada atraksinya.

Berdasarkan kondisi pemain bola basket di Indonesia yang berada dalam keterbatasannya, permainan bola basket yang ditampilkan pun ternyata cukup menarik, karena para pemain pun dapat menampilkan kemampuan individu, kerja sama tim dan tentunya dapat melakukan shooting dengan baik.

Pada pertandingan bola basket sering terlihat kecenderungan-kecenderungan penggunaan berbagai teknik shooting. Keakuratan hasil shooting bergantung pada kemampuan shooting pemain itu sendiri dan lawan yang dihadapi, terutama berkaitan dengan pola pertahanan yang digunakan untuk mencegah lawan melakukan shooting dengan baik. Berdasarkan pengamatan menunjukkan shooting yang dilakukan, pemain ada yang mengalami kegagalan dan ada pula yang berhasil. Hal ini berarti usaha meraih angka dengan melakukan shooting melalui berbagai cara yang sah sering dilakukan oleh para pemain bola basket.

Teknik shooting yang sering digunakan oleh para pemain bola basket dalam pertandingan bola basket adalah teknik set-shoot dan jump-shoot. Kedua teknik ini digunakan karena kondisi pertandingan yang mengharuskan pemain melakukan hal tersebut. Set-shoot adalah teknik shooting yang dilakukan tanpa melakukan lompatan, sedangkan jump-shoot adalah teknik shooting yang dilakukan dengan melompat. Set-shoot dan jump-shoot dapat dilakukan pada free-throw ataupun field goal.

Efektivitas teknik set-shoot dan jump-shoot dalam suatu pertandingan masih merupakan fenomena, karena banyak anggapan berbeda yang muncul. Satu pihak menyatakan set-shoot lebih efektif dan pihak yang lain menyatakan jump-shoot lebih efektif. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai analisis hasil set-shoot dengan teknik jump-shoot dalam pertandingan bola basket.

B. Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka rumusan masalah penelitian yang diajukan adalah sebagai berikut:

1. Penggunaan teknik manakah yang lebih dominan antara teknik set-shoot dengan teknik jump-shoot dalam pertandingan bola basket.

2. Manakah yang lebih efektif antara teknik set-shoot dengan teknik jump-shoot terhadap hasil shooting dalam pertandingan bola basket antar pelajar SMK putra?

3. Manakah yang lebih efektif menghasilkan angka antara set-shoot dengan jump-shoot ditinjau dari frekuensi shooting?

4. Manakah yang paling banyak menghasilkan angka antara set-shoot dengan jump-shoot ditinjau dari angka perolehan?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Ingin mengetahui penggunaan teknik yang lebih dominan antara teknik set-shoot dengan teknik jump-shoot dalam pertandingan bola basket.

2. Ingin mengetahui efektivitas teknik set-shoot dan teknik jump-shoot terhadap hasil shooting dalam pertandingan bola basket.

3. Ingin mengetahui efektivitas antara set-shoot dengan jump-shoot ditinjau dari frekuensi shooting.

4. Ingin mengetahui efektivitas antara set-shoot dengan jump-shoot ditinjau dari perolehan angka.

D. Kegunaan Penelitian

Penulis berharap hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai berikut:

1. Secara teoretis dapat dijadikan sumbangan keilmuan dan informasi bagi Universitas Majalengka khususnya program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi berkaitan dengan mata kuliah bola basket dan metodologi kepelatihan olahraga untuk pengkajian dan penerapannya dalam kegiatan perkuliahan.

2. Secara praktis dapat dijadikan acuan oleh para pelatih olahraga, khususnya pelatih olahraga bola basket mengenai pemberdayaan kemampuan teknik shooting para atlet yang lebih efektif dan informasi dalam melakukan pemanduan bakat terhadap pemain-pemain bola basket yang dapat melakukan shooting dengan efektif, baik melalui set-shoot maupun jump-shoot.

E. Pembatasan Penelitian

Pembatasan penelitian sangat diperlukan dalam setiap penelitian agar masalah yang diteliti lebih terarah. Mengenai pembatasan masalah penelitian dijelaskan oleh Surakhmad (1990:36) sebagai berikut:

“Pembatasan ini diperlukan bukan saja untuk memudahkan atau menyederhanakan masalah bagi penyelidik tetapi juga untuk dapat menetapkan lebih dahulu segala sesuatu yang diperlukan untuk pemecahannya: tenaga, kecekatan, waktu, biaya, dan lain sebagainya yang timbul dari rencana tersebut.”

Berdasar pada penjelasan di atas, maka penelitian ini dibatasi pada hal-hal sebagai berikut:

1. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah teknik set-shoot dan jump-shoot.

2. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil shooting dalam beberapa season pertandingan bola basket.

F. Batasan Istilah

Penafsiran seseorang tentang suatu istilah sering berbeda-beda. Untuk menghindari kesalahpengertian penafsiran istilah-istilah dalam penelitian ini, maka penulis menjelaskan istilah-istilah tersebut sebagai berikut:

1. Teknik Set-Shoot adalah teknik menembakkan bola ke arah ring pada permainan bola basket dengan cara berdiri di tempat.

2. Teknik Jump-Shoot adalah teknik menembakkan bola ke arah ring pada permainan bola basket dengan cara melompat.

3. Efektivitas menurut Maulana (2003:82) adalah ketepatgunaan, hasil guna, menunjang tujuan.

G. Anggapan Dasar

Anggapan dasar merupakan titik tolak bagi penulis dari penelitian yang hendak dilaksanakan. Anggapan dasar diperlukan untuk pegangan pokok secara umum. Arikunto (1993:19) menjelaskan: “Anggapan dasar adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang akan berfungsi sebagai hal-hal yang dipakai untuk tempat berpijak bagi peneliti dalam melaksanakan penelitiannya.”

Anggapan dasar yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Teknik shooting dalam permainan bola basket relatif banyak dan penggunaannya disesuaikan dengan kondisi pertandingan yang dihadapi oleh pemain.

2. Upaya-upaya yang dilakukan pemain maupun tim adalah melakukan serangan dan berhasil memasukkan bola ke keranjang lawan dengan sebanyak-banyaknya melalui penggunaan berbagai teknik shooting, dan menjaga lawan untuk meraih angka.

3. Teknik shooting yang digunakan oleh para pemain dalam pertandingan bola basket relatif beragam diantaranya teknik set-shoot dan jump-shoot. Penggunaan kedua teknik shooting disesuaikan dengan kondisi dan situasi pertandingan.

4. Teknik jump-shoot lebih sering digunakan oleh para pemain dalam pertandingan bola basket dalam berbagai daerah lapangan maupun jarak.

5. Semakin banyak melakukan shooting maka semakin besar pula kemungkinan untuk meraih angka, tetapi koordinasi gerak dan penguasaan teknik shooting yang baik merupakan penentu keberhasilan shooting.

H. Hipotesis

Berdasarkan anggapan dasar tersebut di atas, maka anggapan dasar dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Penggunaan teknik jump-shoot lebih dominan dilakukan para pemain bola basket dalam pertandingan bola basket.

2. Teknik set-shoot lebih efektif terhadap hasil shooting dalam pertandingan bola basket dibandingkan teknik jump-shoot.

3. Teknik set-shoot lebih efektif menghasilkan angka ditinjau dari frekuensi shooting.

4. Teknik jump-shoot lebih efektif menghasilkan angka ditinjau dari angka perolehan.

I. Tinjauan Teoritis

1. Hakikat Permainan Bola Basket

Kata dasar dari permainan adalah main yang berarti, “Perbuatan untuk menyenangkan hati (yang dilakukan dengan alat-alat atau tidak).” (Poerwadarminta (1994:620). Kata kerja dari permainan adalah bermain yang berarti, “Melakukan sesuatu (dengan alat dan sebagainya) untuk bersenang-senang; berbuat sesuatu dengan bersenang-senang saja.” (Poerwadarminta, 1994:620). Kemudian Sukintaka (1991:1) menyatakan bahwa, “Bermain merupakan kata kerja sedangkan permainan merupakan kata benda. Individu bermain berarti individu mengerjakan suatu permainan, sedangkan permainan merupakan sesuatu yang dikenai kerja bermain.” Oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa permainan merupakan kata benda yang menunjukkan suatu kegiatan baik bersifat fisik maupun psikis, menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat, dan dilakukan secara perorangan maupun kelompok.

Permainan bola basket merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak digemari oleh masyarakat pada umumnya. Permainan bola basket dikenal sebagai olahraga yang dinamis dan aktraktif, karena menuntut suatu kombinasi kemampuan fisik dan keterampilan teknik yang berkualitas.

Olahraga bola basket merupakan suatu permainan beregu yang menuntut kerjasama dari tiap anggota dalam satu tim. Kerjasama tersebut dilakukan melalui penggunaan teknik-teknik dasar bola basket. Olahraga bola basket sebagai permainan ditunjukkan dengan penggunaan alat berupa bola basket yang dimainkan dengan cara dipantul-pantulkan dan dilempar. Tujuan utama dari permainan ini adalah memasukkan bola ke keranjang lawan dengan sebanyak-banyaknya dan menjaga keranjang sendiri dari serangan lawan. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh PERBASI (1999:11) sebagai berikut:

“Bola basket dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri atas 5 orang pemain. Tiap-tiap regu berusaha memasukkan bola ke dalam keranjang regu lawan dan mencegah regu lawan memasukkan bola atau membuat angka/score. Bola boleh dioper, digelindingkan, atau dipantulkan/didribble ke segala arah, sesuai dengan peraturan yang berlaku”.

Dengan demikian maka dapat dinyatakan bahwa permainan bola basket merupakan permainan beregu dan menggunakan bola sebagai alat permainannya dengan tujuan memasukkan bola ke keranjang lawan melalui penggunaan teknik-teknik dasar bermain bola basket.

2. Teknik Dasar Bola Basket

Beberapa teknik bermain bola basket yang harus dikuasai oleh seorang atlet diantaranya adalah teknik passing, dribbling, dan shooting. Berkaitan dengan hal ini, Barnes (1980:3) menjelaskan, “Teknik-teknik dasar yang harus dikuasai adalah receiving, passing, dribbling, shooting, footwork dan faking (feinting).” Kemudian Dirjen Pemuda dan Olahraga (1970:45) menyatakan, “Teknik dasar permainan bola basket terdiri dari: operan, menangkap, menembak, menggiring, kerja kaki, pivot, melompat, dan gerak tipu.”

Receiving

Receiving merupakan suatu upaya menerima bola dari rekan satu tim yang dilakukan dengan cara menangkap bola, baik dengan diam di tempat maupun bergerak, dan dengan satu tangan ataupun dua tangan.

Passing

Passing merupakan suatu upaya memberikan bola kepada rekan satu tim yang dilakukan dengan cara mengoperkan bola, baik dengan diam di tempat maupun bergerak, dan dengan satu tangan ataupun dua tangan.

Dribbling

Dribbling merupakan suatu upaya menguasai dan membawa bola melalui kontrol terhadap bola dengan cara dipantul-pantulkan ke lantai, baik dengan diam di tempat maupun dengan bergerak ke segala arah.

Shooting

Shooting adalah usaha yang dilakukan oleh seorang pemain dengan cara melempar dan memasukkan bola ke arah keranjang (ring) lawan dengan tujuan memperoleh angka atau skor sebanyak-banyaknya.

Beberapa penjelasan mengenai teknik dasar bermain bola basket tersebut menggambarkan bahwa kedudukan shooting dalam suatu permainan bola basket menjadi sangat penting terutama berkaitan dengan tujuan permainan bola basket yaitu memasukkan bola ke keranjang lawan sebanyak-banyaknya untuk memperoleh kemenangan.

3. Teknik Menembak (Shooting)

Shooting adalah usaha yang dilakukan oleh seorang pemain untuk memasukkan bola ke dalam keranjang lawan dengan tujuan memperoleh angka atau skor sebanyak-banyaknya. Teknik dapat diartikan sebagai cara. Jadi teknik shooting adalah cara memasukan bola ke keranjang dengan cara melemparkan bola menggunakan satu ataupun dua tangan.

Shooting dapat dilakukan dengan cara berdiri di tempat (set-shoot) dan dengan cara melompat (jump-shoot). Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) (1999:52) menyatakan, “Tembakan adalah memegang bola dengan satu atau dua tangan kemudian mengarahkan bola menuju keranjang.” Bola hasil tembakan yang masuk ke keranjang memiliki nilai yang berbeda-beda, seperti yang dijelaskan oleh PERBASI (1999:53) sebagai berikut:

Goal yang terjadi di lapangan diberi nilai untuk regunya yang sedang melakukan serangan ke jaring sebagai berikut:

a. Goal dari lemparan bebas dihitung satu (1) angka

b. Goal dari lapangan dihitung dua (2) angka

c. Goal yang dibuat dari daerah 3 angka dihitung tiga (3) angka

Mengenai teknik shooting dijelaskan oleh Dirjen Pemuda dan Olahraga (1970:50) yang dirangkum dalam uraian sebagai berikut:

Cara melakukan tembakan (shooting) meliputi sikap awal, saat menembak dan sikap akhir.

1. Sikap Awal

· Sikap badan rileks dan agak condong ke depan, kaki kanan berada sedikit di depan kaki kiri (jika menembak dengan tangan kanan), lutut direndahkan atau sedikit ditekuk.

· Pandangan ke arah sasaran

· Bola dipegang di atas kepala dengan jari-jari tangan terbuka, tangan kanan berada di bagian belakang sebelah bawah bola dengan perkenaan pada permukaan keempat jari-jari dan ruas pertama ibu jari.

· Tangan kiri dengan jari-jari terbuka membantu menyangga bola

· Telapak dan sikut tangan kanan penembak menghadap ke sasaran

2. Sikap Saat Menembak

Meluruskan kedua tungkai dilanjutkan dengan meluruskan lengan kanan guna mendorong bola ke arah atas depan (sasaran). Gerakan ini dilakukan secara kontinyu atau berkesinambungan

3. Sikap Akhir

Gerakan meluruskan lengan kanan diakhiri dengan lecutan pada pergelangan tangan kanan hingga telapak tangan menghadap ke bawah.

4. Analisis Gerak Menembak (Shooting) Dalam Permainan Bola Basket

Gerak menembak (shooting) terbagi atas tiga fase umum yaitu sikap awal, pelaksanaan (menembak) dan sikap akhir. Adapun analisis mekanis dari ke tiga fase tersebut adalah sebagai berikut:

Sikap Awal

Sikap badan rileks dan agak condong ke depan, kaki kanan berada sedikit di depan kaki kiri (jika menembak dengan tangan kanan), lutut direndahkan atau sedikit ditekuk. Pandangan ke arah sasaran. Bola dipegang di atas kepala dengan jari-jari tangan terbuka, tangan kanan berada di bagian belakang sebelah bawah bola dengan perkenaan pada permukaan keempat jari-jari dan ruas pertama ibu jari. Tangan kiri dengan jari-jari terbuka membantu menyangga bola. Telapak dan sikut tangan kanan penembak menghadap ke sasaran.

Sikap awal yang dimulai dengan sikap badan berdiri rilek dengan berat badan condong ke depan dan lutut agak ditekuk dimaksudkan agar badan stabil ataupun setimbang. Sikap tersebut memungkinkan seorang penembak berada dalam posisi stabil, karena dengan posisi stabil maka ia akan lebih mudah untuk melakukan tembakan ke arah sasaran. Sikap awal tersebut memenuhi hukum kesetimbangan I dan IV. Hukum kesetimbangan I menyatakan, “Badan selalu dalam keadaan setimbang selama proyeksi dari titik berat badan tersebut jatuh dalam bidang tumpuannya.” (Hidayat, 1996:21). Hukum kesetimbangan IV menyatakan, “Stabilitas berbanding lurus dengan jarak horizontal dari titik berat badan terhadap sisi bidang tumpuan ke arah mana benda / badan bergerak.” (Hidayat, 1996:24).

Sikap Menembak

Sikap menembak dimulai dengan meluruskan kedua tungkai dilanjutkan dengan meluruskan lengan kanan guna mendorong bola ke arah atas depan (sasaran). Gerakan ini dilakukan secara kontinyu atau berkesinambungan.

Meluruskan kedua tungkai dari keadaan bengkok/menekuk dimaksudkan untuk memberikan pengaruh atau gaya terhadap lengan yang akan melakukan tembakan. Begitupun pada saat meluruskan lengan untuk mendorong bola ke arah atas depan (sasaran). Hidayat (1996:58) menyatakan, “Setiap ada perubahan keadaan dari diam ke gerak, atau dari gerak ke diam pasti ada sebab atau pengaruh. Oleh karenanya dapat dikatakan pengaruh atau sebab adalah sesuatu yang mengubah keadaan. Pengaruh atau sebab itu tidak lain adalah gaya.” Gaya tersebut biasa disebut dengan istilah gaya postulat yaitu gaya yang menyebabkan gerakan positif atau gerak laju.

Gerak melempar bola ke arah sasaran termasuk dalam gerak proyektil. Mengenai gerak proyektil dijelaskan oleh Hidayat (1996:110) bahwa, “Benda yang dilempar menyudut (dengan sudut elevasi a) akan menempuh lintasan yang melengkung berupa parabola. Gerak ini disebut gerak peluru atau gerak proyektil.” Bila saat lepas (release) lebih tinggi daripada saat jatuh/mendarat, maka untuk mencapai jarak horizontal yang sebesar-besarnya, sudut elevasi harus kurang dari 45o. Namun karena saat lepas dalam melakukan tembakan bola basket lebih rendah dan tujuan akhirnya bukan jarak horizontal yang sejauh-jauhnya, maka sudut elevasinya harus mendekati 90o, yaitu antara 75 – 85o.

Sikap Akhir

Gerakan meluruskan lengan kanan diakhiri dengan lecutan pada pergelangan tangan kanan hingga telapak tangan menghadap ke bawah. Gerakan lecutan dilakukan dalam upaya memberikan gaya berupa kekuatan otot pergelangan tangan untuk mendorong bola ke arah sasaran. Besarnya gaya dorong bergantung pada besarnya kekuatan yang dikeluarkan. Hidayat (1996:63) menyatakan, “Pada manusia, sumber dari gaya adalah kekuatan. Kekuatan adalah gaya yang ditimbulkan oleh kontraksi otot.” Lebih lanjut Hidayat (1996:69) menjelaskan, “Kalau kita melempar bola, melempar lembing atau cakram dan seterusnya mulailah dengan meluruskan lebih dahulu hingga otot biceps dan brachialis teregang secara max/sub max.” Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa gerak laju bola dipengaruhi oleh gaya yang ditimbulkan dari perubahan badan yaitu kekuatan tungkai dan lengan.

5. Hal-hal yang Mempengaruhi Hasil Shooting Dalam Permainan Bola Basket

Shooting dalam permainan bola basket merupakan hal yang sangat penting, karena berkaitan dengan cara pengumpulan angka bagi suatu regu untuk memenangkan pertandingan. Oleh karena itu teknik shooting perlu mendapat perhatian khusus. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan shooting adalah sebagai berikut:

1. Konsenterasi

Konsenterasi pada saat melakukan shooting hendaknya berpusat pada sasaran dengan tidak terpengaruh oleh gerakan-gerakan yang lainnya. Konsenterasi merupakan salah satu bagian yang mendukung dalam ketepatan shooting. Barnes (1980:29) menjelaskan, “Accuracy is dependent upon balance, concentration, confidence, and correct release.”

2. Besar Sudut Tembakan

Bola yang ditembakkan ke keranjang saat mulai lepas dari tangan, mencapai titik tertinggi dan masuknya bola ke keranjang akan membentuk lengkungan bola atau trajektori lintasan bola. Lengkungan ini terbentuk antara sudut lepas (angle of release) dan sudut bola masuk (angle of entry). Besar dan kecilnya lengkungan dipengaruhi oleh sudut bola lepas, kecepatan bola dan sudut masuknya bola. Hay (1973:224) menggambarkan hubungan tersebut dalam Gambar 8.2 sebagai berikut:


Gambar 8.2

Hubungan Antara Sudut Lepas, Kecepatan dan Sudut Bola Masuk

Gambar 8.2 menunjukkan bahwa semakin besar sudut bola lepas dan kecepatan maka semakin besar pula sudut bola masuk. Begitupun sebaliknya, semakin kecil sudut bola lepas dan kecepatan maka semakin kecil pula sudut bola masuk. Mengenai besar sudut bola lepas oleh Barnes (1990:34) dijelaskan sebagai berikut:

“A high arc also requires greater strength than a low arc because the ball must travel further. All factors considered, it appears as throught it is best encourage shooters to release the ball at 45 degree angle. However if this desirable release cannot be achieved it is better to err is shooting at a greater angle rather than a smaller angle.”

Sedangkan untuk melakukan shooting sehingga bola dapat masuk ke keranjang, maka sudut bola lepas sebaiknya antara 49o sampai dengan 55o. Hay (1993:226) menjelaskan, “… it seem reasonable to suggest than an angle of release between 49o and 55o is likely to provide the shooter with a greater likehood of success than any angle outside this range.”

3. Titik Sasaran

Dalam melakukan shooting terdapat lintasan bola yang dihasilkan dari sudut lepas. Besar sudut lintasan bola masuk atau datang terbentuk antara jalannya bola hasil lemparan dengan keranjang. Besar sudut bola masuk atau datang mempengaruhi peluang bola masuk ke keranjang, bila besar sudut bola masuk 90o, maka peluang bola masuk ke keranjang lebih besar, dan bila sudut bola masuk kurang dari 90o, maka peluang masuknya bola ke keranjang akan lebih kecil seperti dijelaskan Hay (1993:221) sebagai berikut:

“If the ball approaches the hoop directly above (its angle of entry is 90o), it is presented with and 18-in. Diameter circular opening through which it can pass. If it approaches from a lesser angle and opening at right angle to its path is elliptical in shave with one diameter 18-in. In length and the other-the one that ultimately determines wheater the ball can pass through the hoop without touching the rim somewhat less than 18-in.”

Penjelasan tersebut menyatakan bahwa makin besar sudut bola datang, maka makin besar pula peluang bola masuk ke keranjang. Demikian pula makin kecil sudut bola datang, maka makin kecil pula peluang bola masuk ke keranjang.

6. Kecenderungan dan Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Penggunaan Teknik Set-Shoot dan Jump-Shoot

Kecenderungan didefinisikan sebagai “Kecondongan (hati), kesudian, keinginan, (kesukaan) akan …” (Poerwadarminta, 1994:197). Jadi kecenderungan merupakan indikator adanya tuntutan kebutuhan dan keadaan yang relatif memberikan keuntungan. Hal ini berarti salah satu penyebab dan timbulnya kecenderungan penggunaan suatu teknik shooting tertentu dalam pertandingan bola basket adalah karena kondisi yang memaksa dan kemungkinan berhasilnya shooting.

Berkaitan dengan hal di atas Setyobroto (1999:60) menjelaskan, “Manusia bersikap dan berbuat bukan sekedar reaksi terhadap rangsangan yang datang dari sekitar, karena pada diri tiap-tiap manusia ada sesuatu yang menggerakkan dan mendorong individu yang bersangkutan untuk melakukan tindakan atau perbuatan tertentu”. Hal ini berarti penggunaan suatu teknik shooting dalam pertandingan bola basket dapat pula disebabkan oleh rangsang dari luar, diantaranya berupa kondisi dan posisi penjagaan lawan, pola pertahanan lawan, dan posisi pemain yang menguntungkan.

J. Prosedur Penilaian

1. Metode Penelitian

Dalam suatu penelitian perlu menetapkan suatu metode yang sesuai dan dapat membantu mengungkapkan suatu permasalahan yang dikaji. Keberhasilan dalam penelitian ilmiah tidak akan lepas dari metode yang digunakan dalam penelitian tersebut.

Masalah yang akan diteliti serta tujuan yang ingin dicapai dalam suatu penelitian akan menentukan penggunaan metode penelitian. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif, karena penelitian ini ingin mengetahui gambaran mengenai perbandingan hasil set-shoot dengan jump-shoot dalam pertandingan bola basket. Hal ini sejalan dengan penjelasan bahwa, “Bila ingin mengetahui keadaan sekarang dalam kondisi alamiah, tanpa mengontrol faktor-faktor yang turut mempengaruhinya maka metode deskriptiflah yang layak digunakan.” (Mimbar Pendidikan, 1996:49).

Mengenai metode deskriptif dijelaskan pula oleh Sudjana dan Ibrahim (1999:64) sebagai berikut:

“Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa kejadian yang terjadi pada saat sekarang. Dengan perkataan lain, penelitian deskriptif mengambil masalah atau memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan.”

Pendapat tersebut memberikan makna bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian dengan tujuan untuk menggambarkan suatu peristiwa pada saat sekarang yang nampak dalam suatu situasi. Lebih jelas lagi tentang metode deskriptif dijelaskan oleh Surakhmad (1990:140) terutama ciri-cirinya sebagai berikut:

1. Memusatkan diri pada pemecahan masalah-masalah yang ada pada masa sekarang, pada masalah-masalah yang aktual.

2. Data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisa (karena itu metode ini sering pula disebut metode analitik).

Berdasarkan ciri-ciri metode deskriptif tersebut dapat penulis kemukakan bahwa dalam penelitian ini data yang diperoleh itu dikumpulkan, disusun, dijelaskan, dan dianalisis. Hal ini untuk memperoleh gambaran yang jelas sehingga tujuan penelitian ini tercapai seperti yang diharapkan.

2. Populasi dan Sampel Penelitian

Untuk menyusun sampai dengan menganalisis data sehingga mendapatkan gambaran sesuai dengan apa yang diharapkan dalam penelitian ini diperlukan sumber data. Pada umumnya sumber data dalam penelitian disebut populasi dan sampel penelitian. Sudjana dan Ibrahim (1999:84) menjelaskan tentang populasi sebagai berikut: “Populasi maknanya berkaitan dengan elemen, yakni unit tempat diperolehnya informasi. Elemen tersebut dapat berupa individu, keluarga, rumah tangga, kelompok sosial, sekolah, kelas, organisasi dan lain-lain.”

Beranjak dari kutipan tersebut, maka yang dimaksud populasi adalah sekumpulan unsur yang akan diteliti seperti sekumpulan individu, sekumpulan keluarga, dan sekumpulan unsur lainnya. Dari sekumpulan unsur tersebut diharapkan akan memperoleh informasi yang berguna untuk memecahkan masalah penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Endag Darma Ayu Kelas X sebanyak 10 siswa.

Dalam penelitian ini semua anggota populasi dijadikan sumber data, karena jumlahnya terbatas, sehingga sampel penelitian yang digunakan merupakan sampel seadanya. Mengenai pengambilan sampel yang dilakukan melalui sampling seadanya oleh Sudjana (1999:167) dijelaskan, “Pengambilan sebagian dari populasi berdasarkan seadanya data atau kemudahannya mendapatkan data tanpa perhitungan kerepresentatifannya, dapat digolongkan ke dalam sampling seadanya.”

3. Alat Pengumpul Data dan Pelaksanaan Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data dari sampel penelitian diperlukan alat yang disebut instrumen. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi dan dokumentasi. Adapun pelaksanaan kegiatannya adalah sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi yang dilakukan adalah mengamati jalannya pertandingan yaitu melakukan tabulasi terhadap penggunaan teknik shooting dari para pemain saat bertanding. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai teknik set shoot dan jump shoot baik yang menghasilkan angka maupun yang tidak menghasilkan angka.

Sehubungan dengan observasi dijelaskan oleh Nasution (1991:14) sebagai berikut: “Observasi adalah usaha mengamati keadaan yang wajar dan yang sebenarnya tanpa usaha yang disengaja untuk mempengaruhi, mengatur atau memanipulasikannya.”

Format observasi disusun berdasarkan kebutuhan data teknik set shoot dan jump shoot. Bentuk observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non-partisipan yaitu peneliti menjadi pengamat di lapangan tanpa terlibat langsung dalam pertandingan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan observasi dijelaskan oleh Nasution (1991:149) sebagai berikut:

1. Harus diketahui dimana observasi dilakukan

2. Harus diketahui siapa-siapa yang harus diobservasi

3. Harus diketahui data apa yang harus dikumpulkan

4. Harus diketahui bagaimana cara mengumpulkannya

5. Harus diketahui tentang cara mencatat hasil observasi

Dari uraian tersebut maka format observasi ini harus bersifat jelas, ringkas dan tegas. Mengenai format observasi penelitian ini dapat dilihat pada gambar 1.3 dan 2.3 di bawah ini.


FORMAT OBSERVASI

Pertandingan: ……………….

Tanggal: ………………………….

……………………………………..

Vs

……………………….

No.

FG 2

FG 3

Shoot

Ket.

Masuk

Tidak Masuk

Masuk

Tidak Masuk

Set

Jump

1

2

3

4

5

6

7

8

2. Dokumentasi

Dokumentasi dalam penelitian ini adalah pengumpulan data dalam satu media. Data-data yang didokumentasi berupa catatan-catatan hasil observasi.

  1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 8 – 12 Juli 2010 di GOR Darma ayu Indramayu. Pengumpulan data ini dilakukan dalam rangka memperoleh data penelitian yang dibutuhkan yaitu penggunaan teknik set shoot dan jump shoot dalam pertandingan bola basket.

4. Teknik Analisis Data

Untuk mengetahui atau memperoleh hasil pengolahan data sehingga dapat menggambarkan masalah yang diungkap, yaitu perbandingan hasil set-shoot dengan teknik jump-shoot dalam pertandingan bola basket, maka penulis menggunakan teknik penghitungan data dengan rumus sebagai berikut:


Keterangan:

P : jumlah atau besarnya persentase yang dicari

SX1 : jumlah shooting yang masuk dan tidak masuk

SXn : jumlah total shooting

Dengan menggunakan rumus tersebut di atas serta sehubungan dengan masalah penelitian maka teknik penghitungan pada penelitian ini yaitu dengan bentuk persentase.

Mengenai penghitungan data yang bersifat kuantitatif dijelaskan oleh Arikunto (1992:208) yang penulis simpulkan sebagai berikut:

“Data yang bersifat kuantitatif yang berwujud angka-angka hasil penghitungan atau pengukuran dapat diproses dengan beberapa cara antara lain:

a. Dijumlahkan, dibandingkan dengan jumlah yang diharapkan dan diperoleh persentase.

b. Dijumlahkan, diklasifikasikan sehingga merupakan suatu urutan dan selanjutnya dibuat suatu tabel, kemudian diproses menjadi penghitungan untuk mengambil kesimpulan”.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka penghitungan data yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah penghitungan kuantitatif, sehingga prosedur yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur baku penghitungan kuantitatif.

1 komentar:

  1. saya suka dengan judul yang anda buat boleh saya menangkat nya kembali?

    BalasHapus